Rabu, 14 Maret 2018

DIKLAT NASIONAL : Manajemen Pengelolaan Kearsipan Rumah Sakit Melalui Jaringan Informasi Yang Efektif Dan Sistematis, Guna Menunjang Kinerja Pelayanan Yang Bermutu

PENDAHULUAN 
Sistem kearsipan berfungsi untuk menjamin ketersediaan arsip yang autentik, utuh, dan terpercaya serta mampu mengidentifikasikan keberadaan arsip yang memiliki keterkaitan informasi sebagai satu keutuhan informasi di lingkungan rumah sakit. Penyelenggaraan sistem kearsipan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dan dapat berjalan secara efektif apabila kearsipan didukung oleh suatu jaringan informasi yang memadai. Karena melalui jaringan informasi, sistem kearsipan berfungsi untuk menyajikan informasi yang autentik, utuh, dan terpercaya serta mewujudkan arsip sebagai tulang punggung manajemen pengelolaan rumah sakit. Selain itu, jaringan informasi kearsipan ini untuk meningkatkan akses dan mutu layanan administrasi rumah sakit
Dalam kaitan ini, pengelolaan sistem kearsipan yang komprehensif dan terpadu dengan jaringan informasi harus dibangun dengan mengimplementasikan prinsip, kaidah, norma, standar, prosedur, dan kriteria, pembinaan kearsipan, sistem pengelolaan arsip, sumber daya pendukung, serta peran serta semua elemen di lingkungan rumah sakit yang sedemikian rupa, sehingga mampu merespons tuntutan dinamika gerak maju dan persaingan antar lembaga kesehatan di era modern. Sebagai pedoman pengelolaan sistem kearsipan yang simetris dengan jaringan informasi ini, pemerintah menerbitkan Undang-Undang nomer 43 tahun 2009 guna memberikan kejelasan dan pengaturan mengenai sistem kearsipan, yang meliputi: a. pengertian dan batasan penyelenggaraan kearsipan, b. asas, tujuan, dan ruang lingkup penyelenggaraan kearsipan, c. sistem kearsipan nasional dan jaringan informasi kearsipan nasional, d. penyelenggaraan dan pengelolaan kearsipan, e. autentikasi, f. pembinaan kearsipan, g. sanksi administratif dan ketentuan pidana, dan berbagai ketentuan normative -yuridis yang ditegaskan dalam Undang-undang ini.

TUJUAN 

Untuk memberikan bekal pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan sistem kearsipan rumah sakit melalui jaringan informasi yang efektif dan sistematis, guna menunjang kinerja pelayanan yang bermutu dan membangun sharing pemikiran yang interaktif berdasarkan pengalaman masing-masing peserta

MATERI 

1. Fungsi dan signifikansi sistem kearsipan sebagai penjamin ketersediaan arsip dan penyajian informasi yang autentik dan komprehensif, sesuai kebijakan dalam pelayanan di lingkungan rumah sakit
2. Penyelenggaraan kearsipan rumah sakit berbasis sistem informasi kearsipan
3. Manajemen pengembangan jaringan informasi kearsipan yang integral antar unit/instalasi layanan kesehatan di rumah sakit
4. Optimalisasi akses dan mutu layanan kearsipan dan kemanfaatan arsip bagi kelancaran administrasi rumah sakit
5. Munyusun presrelaise dalam mutu dan Proses Serta cara pembuatan surat 
6. Studi kasus

METODE DIKLAT

1. Presentasi.  3.  Diskusi
2. Simulasi. 4. Studi Kasus

KRITERIA PESERTA 

1. Kepala Bagian Umum Rumah Sakit
2. Kepala TU / Staf TU Rumah sakit 
3. Staf  Bagian Umum Rumah Sakit

WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN

Hari/Tanggal:
Angkatan 1  : Jum'at - Minggu, 23 - 25 Februari 2018
Angkatan 2  : Jum'at - Minggu, 23 - 25 Maret 2018
Angkatan 3  : Jum'at - Minggu, 20 - 22 April 2018
Angkatan 4  : Jum'at - Minggu, 11 - 13 Mei 2018
Angkatan 5  : Jum'at - Minggu, 22 - 24 Juni 2018

Tempat Pelaksanaan : 
Hotel MM UGM***Jl. Colombo No. 01, Yogyakarta

BIAYA DAN FASILITAS 

Paket A    : Rp. 4. 500.000,- / Peserta 
 Fasilitas : 
- Akomodasi : (Menginap selama 2 malam), 
- Konsumsi 2 x sehari, Koffe break 
- Training Kit : (Tas, Binder, Materi hardcopy,     
  Flashdishk, Ballpoin, Cocard) Foto bersama  
  dan  Sertifikat)

Paket B    : Rp. 3. 500.000,- / Peserta 
 Fasilitas : Mendapat Fasilitas Yang Sama   
           Kecuali  Akomodasi

INFORMASI & PENDAFTARAN:

CP/WA  : 0853 1627 4935 / 0823 6462 1127
E-mail   : investamayes@gmail.com

CARA PEMBAYARAN 

Ditransfer melalui: Bank BRI Cabang KATAMSO Yogyakarta. 
an. khairuddin alfath, No. Rek. 3004 – 01 - 010086 – 53 - 6.  
Atau dibayar langsung pada saat registrasi 


Rabu, 07 Maret 2018

DIKLAT TEKNIS : Manajemen Pengendalian Dan Penanganan Asfiksia & BBLR Di Unit Kamar Bayi, Yang Mengacu Pada PPI Yang Aman Berdasarkan SPO Patient Safety, SDGs Dan Medikolegal Yang Berkualitas, Dalam Menentukan Keselamatan Ibu Dan Bayi Menuju Akreditasi 2012 Dan JCI Di Rumah Sakit

PENDAHULUAN 

      Di era SDGs, keselamatan pasien merupakan prinsip dasar yang harus dipastikan oleh rumah sakit dalam setiap aspek pelayanan ibu dan bayi yang mengalami problema Asfiksia dan BBLR. Dalam hal ini, rumah sakit harus berbenah mengendalikan mutu penanganan Asfiksia & BBLR di ruang NICU, untuk sejauhmana menentukan penyelamatan Bayi Berat Badan Lahir Rendah yang pengacu pada PPI yang lebih optimal. Selain itu, Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) disisi lain sangat rentan akan infeksi, disebabkan karena daya tahan tubuh terhadap infeksi berkurang, dan relativ belum sanggup membantu antibodi dan daya fagositosis serta reaksi terhadap peradangan.
    Rumah sakit merupakan pelayanan penyelamatan manusia pada Asfiksia & BBLR, maka dibutuhkan keselamatan pasien yang mengacu pada standadrt aturan serta SPO yang mengacu pada standart pelayanan minimum (SPM), serta peralatan yang mumpuni sesuai kalibrasi alat medik melalui manajemen penanganan asfiksia pada bayi, dan penanganan program PPI BBLR yang matang dalam menentukan kualitas. Apalagi era SGDs, rumah sakit dituntut untuk menangani bayi dalam pencegahan kematian serta PPI yang lebih optimal, sehingga apa yang diharapkan rumah sakit dapat membantu tindakan medis yang aman, efektif dan terarah.  Apabila manajemen asfiksia & BBLR di rumah sakit dapat mencegah kematian bayi, maka ke depan akan membantu rumah sakit dapat menjadi dambaan masyarakat serta dapat membantu dalam peningkatan akreditasinya di masa yang akan datang.

TUJUAN 

1. Meningkatkan pengetahuan terkait dengan pengendalian dan penanganan Asfiksia & BBLR yang mengacu pada PPI yang aman, berdasarkan SPO patient safety, SDGs dan medikolegal Yang berkualitas.
2. Mengetahui tingkat keselamatan bayi serta pola pencegahan PPI di rumah sakit
3. Untuk menentukan medikolegal yang baik dan profesional dalam mencegah tuduhan malpraktik
4. Menentukan manajemen PPI secara dini dalam BBLR, serta perangkat keselamatan pasien dalam menuju program SDGs bertaraf nasinal maupun internasional
5. Sharing pengalaman antar masing-masing peserta 

MATERI 

1. Overview medikolegal dalam  pengendalian dan penanganan Asfiksia & BBLR di unit kamar bayi yang mengacu pada PPI yang aman berdasarkan SPO patient safety munuju program SDGs dan peningkatan akreditasi 2012 dan JCI
2. Konsep dasar layanan dan standart kebutuhan (sarana dan prasarana), dalam pengendalian kamar bayi yang aman sebagai upaya memberikan keselamatan pasien  sesuai dengan medikologal serta perangkat SPO yang ada 
3. Menyusun pengendalian PPI BBLR yang berkualitas dalam menjamin perkembangan ibu dan bayi 
4. Manajemen kegawat-daruratan asfiksia pada bayi, guna terhindar dari tuduhan kriminalisasi pada rumah sakit  
5. Instrumen PONIK dalam penerapan PPI Asfiksia & BBLR unit kamar bayi perinatologi Rumah Sakit
6. Tata cara asuhan Perawatan pada pelayanan asfiksia & BBLR, sebagai landasan SPO  pelayanan standart asupan gizi, serta perangkat peralatan keselamatan bayi dalam mendukung SDGs dan akreditasi 

METODE DIKLAT

1. Presentasi. 3.  Diskusi
2. Simulasi. 4. Studi Kasus

KRITERIA PESERTA 

1. Kepala Bagian Perinatologi Rumah Sakit
2. Staf Bagian Perinatologi Rumah Sakit
3. Perawat Rumah Sakit 
4. Bidan Rumah Sakit
5. Paramedis Parinatologi Rumah Sakit
6. Penunjang Medik Rumah Sakit

WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN

Hari/Tanggal:
Angkatan 1: Kamis - Sabtu, 22 - 24 Februari 2018
Angkatan 2: Kamis - Sabtu, 15 - 17 Maret 2018
Angkatan 3: Kamis - Sabtu, 19 - 21 April 2018
Angkatan 4: Kamis - Sabtu, 3 - 5 Mei 2018
Angkatan 5: Kamis - Sabtu, 24 - 26 Mei 2018

Tempat Pelaksanaan : 
Hotel MM UGM***Jl. Colombo No. 01, Yogyakarta

BIAYA DAN FASILITAS 

Paket A    : Rp. 4. 500.000,- / Peserta 
 Fasilitas : 
- Akomodasi : (Menginap selama 2 malam), 
- Konsumsi 2 x sehari, Koffe break 
- Training Kit : (Tas, Binder, Materi hardcopy,     
  Flashdishk, Ballpoin, Cocard) Foto bersama  
  dan  Sertifikat)

Paket B    : Rp. 3. 500.000,- / Peserta 
 Fasilitas : Mendapat Fasilitas Yang Sama   
           Kecuali  Akomodasi

INFORMASI & PENDAFTARAN:

CP/WA  : 0853 1627 4935 / 0823 6462 1127
E-mail   : investamayes@gmail.com

CARA PEMBAYARAN 

Ditransfer melalui: Bank BRI Cabang KATAMSO Yogyakarta. 
an. khairuddin alfath, No. Rek. 3004 – 01 - 010086 – 53 - 6.  
Atau dibayar langsung pada saat registrasi 




Selasa, 06 Maret 2018

DIKLAT TEKNIS : Optimalisasi Pelaksanaan Prosedur Resusitasi Dan Perawatan Pada Bayi Yang Beresiko Tinggi Di Lingkungan Rumah Sakit, Guna Prasyarat Akreditasi 2012 Dan JCI


PENDAHULUAN

      Rumah sakit merupakan suatu entitas layanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, dimana pemantapan mutu kesehatan wajib dimiliki di setiap rumah sakit agar sesuai dengan konsep Sustanable Development Goals (SDGs) untuk pencapaian akreditasi berbasis 2012-JCI. Akhir - akhir ini peningkatan prasyarat akreditasi 2012 dan JCI menjadi aspek penentu agar sejauhmana manajemen pelayanan kinerja NICU dan perinatologi dapat memberikan sumbangsih untuk menentukan kinerja pasient safety kepada anak yang bermasalah. Penelitian mengungkapkan bahwa, pasien-pasien dibeberapa unit perinatologi rumah sakit dalam keadaan kritis dengan prognosa yang buruk, hal ini semakin tingginya angka perawatan bayi dan kematian bayi akan berpengaruh pada sistem kinerja tindakan kegawatan nafas dan tindakan resusitasi dalam posisi terendah, karena kurangnya pengendalian mutu, fasilitas, dan sistem patient safety yang aman di rumah sakit.  
Dalam hal ini, Resusitasi ( respirasi artifisialis) menjadi penting dalam pelaksanaan di rumah sakit yang safety. Resusitasi ( respirasi artifisialis) adalah usaha dalam memberikan ventilasi yang adekuat, pemberian oksigen dan curah jantung yang cukup untuk menyalurkan oksigen kepada otak, jantung dan alat-alat vital lainnya. Selain itu, resusitasi mengandung arti harfiah “menghidupkan kembali”, yaitu dimaksudkan usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah suatu episode henti jantung berlanjut menjadi kematian biologis. Resusitasi jantung paru terdiri atas dua komponen utama yakni: bantuan hidup dasar (BHD) dan bantuan hidup lanjut (BHL). Selanjutnya adalah perawatan pasca resusitasi.
Oleh sebab itu, diklat  resusitasi sangat penting diikuti oleh tenaga medis, karena dapat membatasi kerusakan serebi, memberikan ventilasi yang adekuat, Pemberian oksigen dan curah jantung yang cukup untuk menyalurkan oksigen kepada otak, jantung dan alat – alat vital lainnya serta untuk memulai atau mempertahankan kehidupan ekstra uteri. 

TUJUAN 

1. Untuk memberikan bekal pengetahuan terkait dengan pelaksanaan prosedur resusitasi
    pada bayi yang beresiko tinggi di lingkungan rumah sakit menuju SDGs 2016 - 2030 
2. Sharing pengalaman antar masing-masing peserta

MATERI 

1. Pengantar Program,Gambaran Umum, dan Prinsip Resusitasi
2. Kondisi yang memerlukan resusitasi
3. Tanda-tanda resusitasi perlu dilakukan
4. Langkah Awal Resusitasi
5. hal-hal yang perlu dilakukan dalam resusitasi
6. Penggunaan Peralatan untuk VTP
7. Intubasi Endotrakeal
8. Pemberian Obat
9. Resusitasi pada Bayi Prematur
10. Etika, dan Perawatan di akhir kehidupan.
11. Merumuskan prosedur tetap (protap) keperawatan perinatologi untuk menjamin mutu dan 
       \kebijakan berdasarkan visi dan misi rumah sakit untuk mencapai tujuan SDG's 2016 - 2030                  yang  terarah dengan prasyarat akreditasi  2012 dan JCI 
12. Strategi penerapan resusitasi intrauterin sebagai evaluasi pencegahan kondisi kritis dalam  
        menanggulangi kecacatan dan kematian anak menuju kriteria SDG's 2016 - 2030

METODE DIKLAT

1. Presentasi. 3.  Diskusi
2. Simulasi. 4. Studi Kasus

KRITERIA PESERTA 

1. Kepala Bagian Perinatologi Rumah Sakit
2. Staf Bagian Perinatologi Rumah Sakit
3. Perawat Rumah Sakit 
4. Bidan Rumah Sakit
5. Paramedis Parinatologi Rumah Sakit
6. Penunjang Medik Rumah Sakit 

WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN

Hari/Tanggal:
Angkatan 1: Kamis - Sabtu, 22 - 24 Februari 2018
Angkatan 2: Kamis - Sabtu, 15 - 17 Maret 2018
Angkatan 3: Kamis - Sabtu, 19 - 21 April 2018
Angkatan 4: Kamis - Sabtu, 3 - 5 Mei 2018
Angkatan 5: Kamis - Sabtu, 24 - 26 Mei 2018

Tempat Pelaksanaan : 
Hotel MM UGM***Jl. Colombo No. 01, Yogyakarta

BIAYA DAN FASILITAS 

Paket A    : Rp. 4. 500.000,- / Peserta 
 Fasilitas : 
- Akomodasi : (Menginap selama 2 malam), 
- Konsumsi 2 x sehari, Koffe break 
- Training Kit : (Tas, Binder, Materi hardcopy,     
  Flashdishk, Ballpoin, Cocard) Foto bersama  
  dan  Sertifikat)

Paket B    : Rp. 3. 500.000,- / Peserta 
 Fasilitas : Mendapat Fasilitas Yang Sama  
           Kecuali  Akomodasi

INFORMASI & PENDAFTARAN:

CP/WA  : 0853 1627 4935 / 0823 6462 1127
E-mail   : investamayes@gmail.com

CARA PEMBAYARAN 

Ditransfer melalui: Bank BRI Cabang KATAMSO Yogyakarta. 
an. khairuddin alfath, No. Rek. 3004 – 01 - 010086 – 53 - 6.  
Atau dibayar langsung pada saat registrasi 




Diklat Rumah Sakit

DIKLAT NASIONAL : Manajemen Pengelolaan Kearsipan Rumah Sakit Melalui Jaringan Informasi Yang Efektif Dan Sistematis, Guna Menunjang Kinerja Pelayanan Yang Bermutu

PENDAHULUAN  Sistem kearsipan berfungsi untuk menjamin ketersediaan arsip yang autentik, utuh, dan terpercaya serta mampu mengidentifika...